Semarang, – Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri, Inspektur Jenderal Polisi Sandi Nugroho, memberikan penekanan khusus kepada seluruh jajarannya mengenai pentingnya menjaga dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Peringatan ini disampaikan Irjen Sandi dalam Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Humas Polri Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Gedung Serbaguna Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah, yang dibuka pada Selasa (6/5/2025) dan berlangsung hingga Rabu (7/5/2025).

Rakernis yang mengusung semangat transformasi digital ini bertujuan untuk mendorong fungsi kehumasan Polri agar lebih responsif terhadap dinamika informasi dan aduan masyarakat di era digital. Selain itu, Rakernis ini juga menjadi momentum untuk memperkuat peran komunikasi publik Polri demi meraih dan mempertahankan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi.

Dalam arahannya, Irjen Sandi Nugroho mengapresiasi tren positif kepercayaan publik terhadap Polri yang berdasarkan data survei telah mencapai angka 70%. Namun, ia dengan tegas mengingatkan seluruh personel Humas Polri agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian tersebut.

“Kepercayaan publik terhadap Polri mengalami tren positif. Data menunjukkan tingkat kepercayaan mencapai 70%, tetapi kita tidak boleh berpuas diri,” ujar Irjen Sandi dalam sambutannya, Rabu (7/5/2025).   

Ia menekankan bahwa masih terdapat sejumlah catatan penting yang perlu menjadi perhatian dan pekerjaan rumah (PR) bersama, khususnya dalam aspek pelayanan publik dan upaya membangun keterlibatan yang lebih erat dengan masyarakat. “Masih ada catatan penting, terutama dalam hal pelayanan publik dan keterlibatan masyarakat. Ini menjadi PR bagi kita semua,” tambahnya.   

Peran Sentral Humas Polri di Era Digital

Kadiv Humas menegaskan bahwa fungsi Humas Polri di era modern ini tidak lagi sebatas menjadi juru bicara (public speaking), melainkan harus mampu berperan sebagai praktisi hubungan masyarakat (public relations) yang profesional dan adaptif. Humas Polri, menurutnya, adalah garda terdepan institusi dalam mengelola arus informasi dan membangun citra positif Korps Bhayangkara.

“Komunikasi publik yang tepat dan transparan akan membentuk kepercayaan,” tegas Irjen Sandi. Ia berharap personel Humas Polri dapat menjadi teladan (role model) dalam menyampaikan informasi kepada publik. Informasi yang disampaikan tidak hanya dituntut cepat dan tepat, tetapi juga harus disajikan secara humanis dan mampu membangun optimisme masyarakat terhadap institusi Polri.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Rakernis Humas Polri 2025 menekankan beberapa strategi kunci. Pertama, mendorong transformasi digital di lingkungan Humas Polri agar dapat merespons aduan atau laporan masyarakat dengan lebih cepat dan efektif. Kedua, mengoptimalkan penggunaan teknologi digital untuk berbagai keperluan kehumasan, termasuk pemantauan isu-isu strategis yang berkembang di masyarakat dan ruang siber.

Personel Humas Polri diharapkan mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi terkini untuk mendukung tugas-tugasnya, mulai dari produksi konten yang menarik dan informatif, manajemen media sosial yang efektif, hingga kemampuan analisis data dan tren isu publik.

Kepercayaan Publik sebagai Harga Mati

Irjen Sandi Nugroho secara konsisten menekankan bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset yang paling berharga bagi Polri. Dalam kesempatan Rakernis sebelumnya pada tahun 2024, ia bahkan menyebut kepercayaan publik sebagai “harga mati” yang harus dijaga oleh seluruh anggota Polri, khususnya fungsi Humas.

Menurutnya, tingkat kepercayaan publik yang tinggi sangat esensial bagi Polri dalam menjalankan tugas pokoknya memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Sebaliknya, menurunnya kepercayaan publik dapat berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas dan mengurangi efektivitas kerja kepolisian.

Oleh karena itu, ia menginstruksikan jajaran Humas untuk selalu hadir dan proaktif dalam mengkomunikasikan setiap kegiatan kepolisian, baik yang bersifat rutin maupun khusus, dari awal hingga akhir. Tujuannya adalah untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas, sehingga masyarakat dapat memahami dan terus mempercayai institusi Polri.

Rakernis Humas Polri 2025 menjadi momentum penting bagi Divisi Humas Polri untuk mengkonsolidasikan langkah dan strategi dalam menghadapi tantangan komunikasi publik yang semakin kompleks di era digital. Dengan komitmen kuat untuk menjaga kepercayaan publik dan terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi, Humas Polri diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antara institusi kepolisian dan masyarakat yang dilayaninya.